Home > Renungan > Ketekunan

Ketekunan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tekun artinya rajin, keras hati, dan bersungguh-sungguh. Dalam Alkitab terjemahan NIV, kata tekun ditulis dalam beberapa kata berikut ini:

  • Unswerving, artinya teguh, tidak menyimpang

    “I will establish his kingdom forever if he is unswerving in carrying out my commands and laws, as is being done at this time.”
    (I Tawarikh 28:7)

    Ini adalah Firman yang Tuhan sampaikan kepada Daud mengenai anaknya, Salomo. Tuhan akan menyertai kerajaan Salomo selama ia bertekun (unswerving), teguh dan tidak menyimpang dari jalan Tuhan. Tuhan pun akan menyertai kita, selama kita terus bertekun dalam jalan Tuhan.

  • Set his heart, artinya hati yang tertuju kepada Tuhan

    “He did evil because he had not set his heart on seeking the Lord.” (II Tawarikh 12:14)

    Ketika Salomo jatuh ke dalam dosa, kerajaan Israel terpecah menjadi dua, yang dipimpin oleh Raja Yerobeam dan Raja Rehabeam. Ayat di atas ditulis khusus untuk menyimpulkan kisah hidup raja Rehabeam. Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, karena ia tidak bertekun (set his heart) mencari Tuhan. Baiklah adanya jika kita mempunya hati yang tertuju kepada Tuhan, hati yang mau tekun mencari Dia.

  • Done with diligence, artinya kerjakan dengan rajin

    “Whatever the God of heaven has prescribed, let it be done with diligence for the temple of the God of heaven. Why should his wrath fall on the realm of the king and of his sons?” (Ezra 7:23)

    Setelah bangsa Israel ditawan di Babel untuk beberapa waktu lamanya, Tuhan berkenan membawa Ezra kembali ke Yerusalem. Raja Babel pada waktu itu, Artahsasta, memberi Ezra surat jalan untuk membawa emas, perak, serta persembahan lainnya untuk dipersembahkan kepada Allah. Dalam suratnya, raja menuliskan bahwa segala sesuatu yang berdasarkan perintah Tuhan harus dilaksanakan dengan tekun (done with diligence) untuk keperluan rumah Allah. Seorang raja yang tidak mengenal Tuhan bisa memberikan perintah ini kepada Ezra. Apalagi kita yang sudah mengenal Tuhan. Kita harus lebih tekun lagi, lebih rajin lagi, lebih setia lagi kepada Tuhan.

  • Serve continually, artinya melayani dengan konsisten

    “So the king gave the order, and they brought Daniel and threw him into the lions’ den. The king said to Daniel, “May your God, whom you serve continually, rescue you!” (Daniel 6:16)

    Kita tentu tahu kisah Daniel yang dibuang ke gua singa. Daniel tetap menyembah Tuhan walaupun ada larangan dari raja untuk menyembah allah manapun. Alhasil, Daniel dibuang ke gua singa. Raja begitu gelisah dan hanya bisa berkata, "Allahmu yang kausembah dengan tekun (serve continually – layani dengan terus-menerus), Dialah kiranya yang melepaskan engkau!" Terbukti Allah sanggup melepaskan Daniel dari mulut singa-singa yang lapar itu. Itulah bukti betapa Allah menghargai pelayanan kita, bahkan Allah sangat menghargai waktu yang kita berikan khusus untuk menyembah Tuhan.

  • Perseverance, artinya kemampuan untuk bertahan

    “Not only so, but we also glory in our sufferings, because we know that suffering produces perseverance; perseverance, character; and character, hope.“ (Roma 5:3-4)

    Surat Paulus kepada jemaat Roma mengingatkan kita bahwa kesengsaraan kita menimbulkan ketekunan (perserverance), dan ketekunan menimbulkan tahan uji, yang akhirnya akan menimbulkan pengharapan. Betapa kita diajar bahwa segala dukacita dan kesusahan yang kita alami, hanyalah sebuah proses agar kita lebih bertekun lagi di dalam Tuhan.

  • Devoted, artinya setia, berdedikasi

    “Until I come, devote yourself to the public reading of Scripture, to preaching and to teaching.” (I Timotius 4:13)

    Rasul Paulus mengingatkan Timotius untuk bertekun (devoted) dalam membaca Kitab Suci. Devoted artinya kita memiliki dedikasi, komitmen untuk bertekun. Komitmen dan dedikasi bukan sesuatu yang kita lakukan hanya sekali dua kali saja, tapi terus menerus.

    Firman Tuhan jelas sekali menjelaskan bahwa hanya orang yang tekun sajalah yang akan menghasilkan buah (Lukas 8:15), bahkan dengan porsi ganda (Yakobus 5:11). Sekalipun kita telah melakukan kehendak Tuhan, jika tidak disertai ketekunan, janji-janji-Nya tidak akan kita peroleh. Zaman modern yang serba instan ini telah memudarkan arti ketekunan. Manusia cenderung “mau cepatnya saja”. Tapi orang-orang yang bertekunlah yang akan menerima janji-janji Tuhan. Biarlah kita tetap mau setia, tetap mau tekun, tetap mau teguh, tetap mau melayani Tuhan, berapapun umur kita, di manapun kita berada, apapun keadaan kita.

SEBAB KAMU MEMERLUKAN KETEKUNAN, SUPAYA SESUDAH KAMU MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH, KAMU MEMPEROLEH APA YANG DIJANJIKAN ITU.
(IBRANI 10:36)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: