Home > Renungan > Bedah Tokoh: Daniel (2)

Bedah Tokoh: Daniel (2)

Daniel-lions Kita telah mempelajari latar belakang kehidupan Daniel di post ini dan bagaimana Tuhan menyertai dia karena ia taat kepada Tuhan. Daniel menjadi sepuluh kali lebih pintar dari orang-orang lain yang belajar bersama-sama dengan dia. Daniel kemudian melayani di istana raja Nebukadnezar.

Setelah itu, raja Nebukadnezar bermimpi, ia menjadi gelisah dan tidak dapat tidur. Lalu ia memanggil orang-orang pintar untuk menceritakan kembali mimpi itu serta mengartikannya. Orang-orang pintar itu tidak dapat mengartikan mimpi itu sehingga raja menjadi marah dan menyuruh orang membunuh semua orang pintar di negeri.

Ketika raja memanggil orang-orang pintar, harusnya Daniel ada di antara orang-orang tersebut, tetapi ia tidak diundang. Daniel yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba terancam dibunuh. Mendengar itu, Daniel langsung menghadap raja (Daniel 2:16). Pada waktu itu, Daniel tentu sadar bahwa ia dalam keadaan bahaya. Kita pun harus selalu sadar (waspada) secara rohani, karena kehidupan rohani penuh ancaman (I Petrus 5:8). Orang yang sadar dan berjaga-jaga, tahu apa yang sedang dihadapinya sehingga ia bisa mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Daniel menghadap raja agar ia diberikan waktu untuk bisa mengartikan mimpi itu. Setelah itu, apa yang Daniel lakukan? Ia memanggil teman-temannya, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego untuk berdoa bersama (Daniel 2:17-18). Sekalipun Daniel orang pandai, ia tidak mengandalkan kepandaiannya. Ia meminta bantuan doa kepada teman-temannya. Ketika dua orang atau lebih sepakat di dalam doa, Tuhan hadir di situ dan mengabulkan permintaan mereka (Matius 18:19). Tuhan ajarkan kesehatian dan kesepakatan dalam pergumulan.

Hasil doa Daniel dkk, rahasia itu Tuhan singkapkan kepada mereka. Setelah berdoa, Tuhan langsung berikan penglihatan kepada Daniel. Kuasa doa sungguh luar biasa. Jawaban doa tidak perlu kita ragukan. Sehati dalam doa itu susah susah gampang. bisa saja kita bersama secara fisik, tapi belum tentu kita sehati. Dalam Daniel 2:19b, Daniel langsung memuji Tuhan dan mengucap syukur untuk penglihatan yang Tuhan berikan. Dalam Daniel 2:23, ia menyebut kata kami (apa yang kami mohon kepada-Mu), menandakan ia mengakui Tuhan menjawab doa mereka (bukan doanya sendiri saja).

Daniel tidak melupakan teman-temannya. Ketika ia telah berhasil mengartikan mimpi itu, raja memberikan penghargaan kepadanya. Ia meminta raja memberikan pemerintahan kepada teman-temannya (Daniel 2:48-49). Zaman sekarang, orang yang sudah dipakai oleh Tuhan, bisa menganggap teman-temannya tidak selevel lagi. Tidak demikian dengan Daniel. Ia mengingat teman-temannya.

Dalam Daniel 4:8-9, raja kembali bermimpi. Kali ini, raja memanggil Daniel, yang menurut raja dikatakan “penuh dengan roh para dewa yang kudus”. Itu yang dipercayai oleh raja, tapi Daniel sebeneranya penuh dengan Roh Kudus. Sebelum Yesus lahir, Allah tritunggal sudah ada, Roh Kudus sudah ada, hanya belum bermanifestasi dalam diri manusia. Daniel bisa mengartikan mimpi karena ada Roh Kudus di dalam dirinya. Yusuf pun penuh dengan Roh Kudus. Tuhan bergaul karib dengan orang-orang yang dekat dengan dia dan segala rahasia-Nya diberitahukan kepada mereka (Mazmur 25:14). Kita harus bergaul karib dengan Tuhan.

Dalam Daniel 6, Daniel ada dalam pemerintahan raja Darius. Sebelum raja Darius, Daniel sudah melewati pemerintahan tiga raja. Walaupun sudah lewat tiga pemerintahan, Daniel tetap ada dalam pemerintahan. Ia termasuk orang yang penting. Raja-raja Babel selalu mengakui bahwa Daniel memiliki roh yang luar biasa. Roh Kudus yang membuat Daniel istimewa di mata manusia dan di mata Allah.

Banyak orang menjadi cemburu dengan kesuksesan Daniel. Mereka mencari-cari celah untuk menjatuhkan Daniel, tapi tidak mendapatkan satu pun kelemahan Daniel. Hanya satu hal yang mereka anggap “kelemahan” Daniel, yaitu ketaatannya beribadah kepada Tuhan. Mereka meminta raja mengeluarkan titah agar tidak boleh ada orang yang menyembah allah lain selain raja.

Daniel yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba dilemparkan ke gua singa. Singa-singa itu bukan singa biasa. Mereka dilatih dalam kelaparan supaya setiap orang yang dilempar ke dalamnya langsung diterkam dan menemui ajalnya. Tapi tidak demikian dengan Daniel. Malaikat Tuhan mengatupkan mulut singa-singa itu sehingga ia selamat. Raja Darius mengakui bahwa Allahnya Daniel adalah Allah yang luar biasa (Daniel 6:17).

Ketekunan kita dilihat oleh orang lain, dinilai oleh pribadi lain. Ketekunan kita juga ikut mempengaruhi jalan hidup kita ke depannya. Pada zaman Darius, Daniel sudah menempati posisi yang tinggi, sejajar dengan Perdana Menteri di masa sekarang. Tentu posisi seperti itu menuntut sangat banyak waktu Daniel. Tapi ia tetap menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Karena itu, Tuhan menjaga Daniel dari terkaman singa-singa. Ibrani 11:33 katakan iman Daniel menjaga dia dari singa-singa.

Daniel punya tujuan hidup. Dari muda sampai tua (kurang lebih 89 tahun), ia tetap punya ketetapan hati. Ia harus hidup sesuai dengan yang Tuhan mau. Kehidupan doanya berakar. Banyak orang akan berusaha mencari-cari kesalahan kita, mau menjatuhkan kita, mau menggeser sifat-sifat ilahi dalam diri kita. Tapi biarlah kita seperti Daniel, menjaga Roh Allah di dalam dirinya. Allah yang Daniel sembah sama dengan Allah yang kita sembah. Kuasa-Nya sama, dulu, sekarang, dan sampai selamanya. Berubahlah sekarang, bukan nanti ! Beranilah mengatakan kebenaran dan jaga iman kita. Haleluya !

(Kak Yalin)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: