Home > Renungan > Bedah Tokoh: Daniel (1)

Bedah Tokoh: Daniel (1)

danielPembahasan tentang Daniel harus dimulai dari latar belakang pembuangan bangsa Israel ke Babel. Raja Israel yang pertama adalah Saul, yang kedua adalah Daud, yang ketiga adalah Salomo. Masing-masing raja ini memerintah selama 40 tahun. Setelah Salomo, kerajaan Israel terpecah menjadi dua: kerajaan Israel (10 suku) yang lebih dikenal dengan kerajaan Utara (ibukotanya Palestina) dan kerajaan Yehuda (2 suku, yaitu Yehuda dan Benyamin) yang lebih dikenal dengan kerajaan Selatan (ibukotanya Yerusalem).

Setelah pembuangan di Babel, kerajaan Utara terpencar ke berbagai tempat, sedangkan kerajan Selatan kembali lagi di Yerusalem dan menyebut bangsa mereka sebagai bangsa Israel (Ezra 8:2). Dalam II Raja-Raja 18:11, sepuluh suku yang tergabung dalam kerajaan utara dibuang ke Asyur (saat ini lebih dikenal dengan Palestina, Irak). Kerajaan Yehuda dibuang ke Babel pada tahun 686 SM. Mengapa Tuhan ijinkan pembuangan bangsa pilihan-Nya ke Babel? Karena mereka tidak memelihara hari Sabat, sehingga Tuhan akhirnya mengirim Nebukadnezar untuk menawan mereka ke Babel.

Pada masa pembuangan itu, ada seorang yang bernama Daniel. Ia masih muda. Umurnya tidak ditulis secara jelas dalam Alkitab, tapi para ahli menaksir umurnya pada waktu itu sekitar 16-19 tahun. Pada zaman Daniel, juga hidup nabi Yehezkiel, namun Yehezkiel usianya lebih tua daripada Daniel. Nama Daniel pun disebut dalam kitab Yehezkiel (Yehezkiel 14:14, 20; 28:3). Dalam kitab Yehezkiel, Daniel disejajarkan dengan Ayub dan Nuh, orang-orang yang hidup jauh sebelum Daniel. Bagi orang Israel, Ayub dan Nuh adalah orang-orang yang istimewa karena sikap hidup mereka yang saleh. Daniel pun juga memiliki sikap hidup yang demikian, sehingga Yehezkiel mensejajarkan Daniel dengan Nuh dan Ayub.

Bangsa Babel adalah bangsa yang kafir, tidak mau taat kepada Tuhan. Dalam Kejadian 11, dikisahkan mereka hendak membangun menara yang tinggi di Babel, sehingga Tuhan mengacaukan bahasa mereka. Tuhan mengijinkan bangsa ini menawan kerajaan Yehuda dan merampas perkakas-perkakas rumah Allah (Daniel 1:2).

Pembuangan ke Babel ini sebenarnya telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya (Yesaya 39:6) dan digenapi pada masa Daniel. Tetapi Tuhan berjanji akan mengembalikan apa yang ditawan Babel ke Yerusalem, dan ini digenapi pada zaman Nehemia.

Kita tahu kisah raja Hizkia yang diperpanjang umurnya oleh Tuhan ketika ia menderita sakit dan divonis akan mati. Kesembuhan Hizkia yang merupakan mujizat Tuhan itu, didengar oleh banyak bangsa. Lalu utusan Babel datang untuk memberi selamat kepadanya. Pada waktu itu, Hizkia memperlihatkan (memamerkan) seluruh kekayaan di istananya. Karena itu, firman Tuhan datang kepadanya lewat nabi Yesaya, “Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai  hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN. Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel.“

Pada waktu nubuat itu disampaikan, Hizkia belum mempunyai anak laki-laki. Tapi tiga tahun kemudian, lahirlah Manasye, yang merupakan nenek moyang dari Daniel. Jadi, Daniel adalah keturunan raja. Sida-sida artinya pejabat dalam istana.

Ketika bangsa Yehuda tertawan, Nebukadnezar menyuruh orang-orang muda dari Yerusalem untuk dibawa ke Babel. Ada syaratnya, mereka haruslah orang-orang muda, keturunan raja atau bangsawan, tidak ada cela, perawakan baik (Daniel 1:3-4). Nebukadnezar menginginkan orang-orang yang istimewa, yang extra ordinary, dengan tujuan supaya mereka bekerja pada raja. Betul-betul terjadi yang dinubuatkan oleh Firman Tuhan, Daniel menjadi sida-sida di istana Babel.

daniel2 Raja memberikan santapan dan minuman khusus untuk orang-orang ini (Daniel 1:5-8). Dalam bahasa inggris, santapan ini ditulis dengan kata “delicacies”, artinya santapan yang istimewa, yang tentunya enak-enak. Tetapi Daniel menolak santapan ini, karena itu adalah makanan yang menajiskan dirinya. Allah BERKEMURAHAN kepada Daniel karena Daniel berani berkorban (Daniel 1:9). Seringkali Tuhan lihat seberapa berani kita berkorban untuk menjalankan Firman Tuhan. Daniel pilih sayur, dalam bahasa inggris diartikan sebagai buah-buahan, dalam bahasa aslinya diartikan sebagai tanaman yang berasal dari tanah (biji-bijian).

Tuhan lihat pengorbanan Daniel dan Ia memberkati Daniel dengan hikmat yang lebih daripada orang-orang lain. Kepala pegawai istana yang mengatur santapan mereka, pastilah orang yang tegas. Tetapi ketika Daniel meminta supaya ia makan sayur saja, Tuhan melembutkan hati kepala pegawai itu dan ia menyetujuinya. Mungkin banyak hal yang sudah kita doakan. Bahkan mungkin banyak doa-doa yang sudah kita lupakan. Tetapi Tuhan tahu menjawab doa kita TEPAT pada waktunya. Dan ketika Tuhan menjawab, bahkan mungkin lewat orang-orang yang tidak kita pikirkan, kita pasti akan terpukau oleh apa yang Tuhan buat bagi kita.

Setelah 10 hari Daniel makan sayur-sayuran, ia terbukti lebih sehat dan lebih berhikmat daripada orang-orang lain. Biarlah apa yang kita katakan dan lakukan, semuanya memuliakan Tuhan (I Korintus 10:31).

Daniel dibuang ke Babel bersama-sama dengan teman-temannya, Hanaya, Misael, dan Azarya. Arti nama Daniel: Allah adalah hakimku. Arti nama Hanaya: Allah kemurahan. Arti nama Misael: Siapa yang sama seperti Allah. Arti nama Azarya: Tuhan menolong. Nama-nama mereka semuanya berkaitan dengan Allah.

Ketika mereka dibawa ke Babel, nama mereka dirubah. Daniel menjadi Beltsazar, yang artinya pemelihara kekayaan dewa Belt (dewa utama di Babel). Hanaya diganti menjadi Sadrakh, yang artinya dewa matahari. Misael diganti menjadi Mesakh, yang artinya dewa bumi di Babel. Azarya diganti menjadi Abednego, yang juga merupakan nama dewa di Babel. Nama mereka diganti supaya sifat mereka terpengaruh, menjadi seperti bangsa di Babel. Namun demikian, mereka tidak terpengaruh. Kita tentu sangat kenal dengan kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang dilempar ke dapur perapian. Mereka tetap tidak mau menyembah patung buatan Nebukadnezar walaupun harus dibuang ke dapur api.

Apakah sifat-sifat Allah tetap ada dalam kita? Dunia pasti berusah merubah kita. Sebagai anak Tuhan yang sejati, biarlah kita seperti Daniel, yang memiliki ketetapan hati. Daniel bisa sepuluh kali lebih cerdas daripada orang-orang lain (Daniel 1:18-21). Ini adalah hasil dari ketetapan hati dan pengorbanan Daniel. Kasih karunia Allah yang membuat mereka lebih cerdas daripada orang berilmu dan ahli jampi (yang mendapat kuasa dari kegelapan).

Ayub dan Nuh mendapat ujian pada usia dewasa, namun Daniel sudah diuji sejak masa mudanya. Walaupun begitu, Daniel tetap teguh dan Tuhan membela dia. Kiranya kita pun seperti Daniel, tetap teguh menghadapi ujian dan pergumulan hidup. Yakinlah Allah pembela kita tidak akan tinggal diam ! Tuhan Yesus memberkati !

(Kak Yalin)

  1. No comments yet.
  1. July 3, 2013 at 6:29 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: