Home > Renungan > Menyatukan Karakter yang Berbeda

Menyatukan Karakter yang Berbeda

Karakter adalah sifat yang melekat pada seseorang atas hasil dari suatu proses yang berulang-ulang dan menjadi ciri khas orang itu. Jadi, karakter bukan suatu sifat yang muncul sekali-sekali saja.

Beberapa tokoh dalam Alkitab yang memiliki karakter yang patut diacungi jempol: Yusuf (selalu mengandalkan Tuhan), Ayub (setia dan tabah), Daniel (taat beribadah), Abrahan (memiliki iman yang luar biasa), Musa, dll.

joseph Kejadian 39:2 menuliskan bahwa Tuhan menyertai Yusuf sehingga ia selalu berhasil dalam setiap pekerjaannya. Walaupun mengalami berbagai-bagai pencobaan, mulai dari saudara-saudara yang menjualnya sampai dijebloskan ke dalam penjara, Yusuf selalu mengandalkan Tuhan dalam semua hal yang dikerjakannya. Itulah sebabnya Tuhan memberkati segala pekerjaannya dan membuatnya berhasil. Sebagai manusia biasa, tentu wajar bagi Yusuf jika ia menyimpan dendam, kecewa, dan sakit hati karena seluruh pencobaan hidup yang dia alami, tapi ternyata Yusuf lain. Ia tahu bahwa Tuhan telah merancangkan semuanya itu untuk membawa kebaikan bagi keluarganya (Kejadian 50:19-21).

Saul menyimpan iri hati dan dendam kepada Daud. Saul mengandalkan kekuatannya sendiri dan ia tidak taat kepada perintah Tuhan. Saul tidak sabar menunggu Samuel dan mempersembahkan korban bakaran tanpa Samuel. Tuhan menegor Saul dan mengatakan bahwa kerajaannya tidak akan kokoh. Sebetulnya, jika Saul bertobat, tentu ada pengampunan dan pemulihan untuknya. Namun, ia tetap mengeraskan hati dan dalam peperangan melawan bangsa Amalek, ia menyelamatkan nyawa Agag, raja Amalek (I Samuel 15:8-9). Ketika itulah Tuhan benar-benar menolak Saul, karena ia tidak taat kepada Tuhan.

Daud di lain pihak, juga pernah berdosa kepada Tuhan, ketika ia membunuh Uria dan merebut Batsyeba, istrinya. Namun ketika nabi Natan menegor dia, Daud datang dengan hati yang hancur dan bertobat dengan sungguh. Tuhan memulihkan keadaannya dan tetap menyertai Daud.

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.“ (Roma 12:2)

Dalam terjemahan bahasa Inggris, pembaharauan budi ditulis “renewal of mind”, pembaharuan pikiran kita secara keseluruhan. Perubahan karakter harus dikerjakan oleh kita sendiri, ini bukan sesuatu yang otomatis dirubah oleh Tuhan. Karakter bukan bawaan lahir, karena itu karakter bisa dirubah.

Banyak karakter dalam hidup ini, ada yang dominan, ada yang manja, ada yang keras, dsb. Mengapa semua karakter ini harus dapat bersatu? Dan bagaimana kita menyatukan semua perbedaan ini?

friends-holding-hands_~u29072636 “Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.“ (Rom 12:4-5)

Dengan menyadari bahwa kita masing-masing hanyalah sebagian dari anggota tubuh Kristus. Tanpa Kristus, dan tanpa anggota tubuh yang lain, kita tidak bisa melakukan apa-apa. Sebagai anak Tuhan, kita harus bersatu, agar nama Tuhan dimuliakan. Biarlah kita selalu diikat dalam tali kasih persaudaraan, satu tubuh, satu pikiran, untuk kemuliaan Tuhan. Haleluya!

(K Budi)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: