Home > Renungan > Gideon – Pahlawan Tuhan

Gideon – Pahlawan Tuhan

bible_gideon Pada masa hakim-hakim, kehidupan orang Israel seperti roda. Mereka berada dalam sebuah siklus. Mereka berdosa dan meninggalkan Tuhan, lalu Tuhan mengijinkan bangsa-bangsa lain menindas mereka, kemudian mereka menderita dan berseru-seru kepada Tuhan. Pada saat itu, Tuhan mengirimkan hakim untuk melepaskan mereka, lalu bangsa itu akan hidup dalam kedamaian selama hakim itu masih hidup. Tapi setelah hakim itu meninggal, bangsa Israel kembali jatuh dalam dosa dan mengulang siklus yang sama. Siklus itu terulang sampai tujuh kali.

Kehidupan kita secara lahiriah bisa saja mengalami pasang surut, seperti roda, kadang bisa di atas, kadang bisa di bawah. Namun sebagai anak-anak Tuhan, kehidupan kita secara rohani jangan seperti roda. Kita harus seperti burung rajawali, jika ada masalah, kita harus terbang semakin tinggi dan semakin tinggi, sehingga hidup kita adalah hidup yang berkemenangan.

Pada waktu orang Israel ditindas oleh bangsa Midian, Tuhan membangkitkan Gideon. Pada awalnya Gideon adalah seorang penakut, tapi Tuhan membangkitkan keberanian dalam dirinya sehingga ia menjadi seorang pahlawan bagi Israel. Kita tahu Gideon awalnya bukan seorang yang pemberani, karena ketika Tuhan memanggil dia, ia sedang mengirik gandum di tempat pemerasan anggur (Hakim-hakim 6:11). Anggur yang diperas di tempat pengirikan gandum tentu bisa berkurang kualitasnya. Gideon tentu merasakan ketakutan yang sangat kepada orang Midian, sampai-sampai ia tidak berani mengirik gandum di tempat yang seharusnya.

iTalk Ketika itu, malaikat Tuhan datang dan berfirman kepada Gideon dan menyebut dia pahlawan yang gagah berani. Padahal kenyataannya, pada saat itu Gideon adalah seorang penakut. Ketika kita hidup dalam kekuatiran dan ketakutan, kita memerlukan kata-kata yang menguatkan, menghibur, membangun, dan memotivasi kita. Tuhan tahu Gideon perlu mendengar kata-kata seperti itu. Ketika Tuhan memanggil seseorang, ia akan diubahkan oleh Tuhan, tentunya lewat sebuah proses yang membangun. Saul menjadi raja atas Israel tanpa proses, karena itu ia cepat jatuh. Tapi sebaliknya Daud diproses Tuhan selama 13 tahun, sehingga kerajaannya kokoh sampai masa tuanya.

Dasar panggilan Gideon adalah PENYERTAAN TUHAN, “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani (Hakim-Hakim 6:12)”.  Dasar pelayanan kita pun adalah penyertaan Tuhan, karena dalam Amanat Agung-Nya, Tuhan katakan bahwa Ia menyertai kita senantiasa sampai pada akhir zaman (Matius 28:20).

Tuhan sudah menyatakan penyertaan-Nya, tapi terkadang kita merasa kecil, merasa tidak mampu sehingga kita tidak mempercayai penyertaan Tuhan. Gideon pun merasakan hal yang sama, “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku" (Hakim-Hakim 6:15).

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Pada saat itu, iman Gideon belum bangkit, sehingga ia meminta berbagai tanda dari Tuhan. Tuhan pun memberikan berbagai tanda bahwa Ia akan menyertai Gideon.

gideon and angel of lord Ketika Allah memanggil Gideon di tempat pengirikan gandum itu, Gideon meminta tanda bahwa Allah sendirilah yang berfirman kepadanya. Ia mempersembahkan seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi. Allah menimbulkan api pada persembahan Gideon yang memakan habis seluruh persembahan itu. Gideon pun mengerti bahwa Allah memang telah berfirman atasnya (Hakim-Hakim 6:17-22).

Tanda pertama yang diberikan Tuhan ini merupakan tanda panggilan (berkaitan dengan rohani). Penderitaan orang Israel disebabkan oleh pelanggaran mereka yang menyembah berhala, karena itu yang pertama kali harus dipulihkan adalah kerohanian mereka. Setelah iman Gideon dibangkitkan, Tuhan memberi tugas kepadanya untuk meruntuhkan mezbah Baal. Sebagai gantinya, Gideon harus membangun mezbah bagi Tuhan (Hakim-Hakim 6:25-26).

Kita tidak bisa melayani orang lain kalau kehidupan rohani kita tidak beres di hadapan Tuhan. Tiga dosa orang Israel dalam zaman Perjanjian Lama: dosa penyembahan berhala, dosa mengidolakan sesuatu lebih dari Tuhan (idolatry, mengkultuskan figur/tempat/hal lain), serta dosa tenung (bermain dengan magic dan hal-hal tenung). Orang Israel pada waktu itu mengkultuskan dan menyembah dewa Baal (dewa kesuburan Kanaan). Tentu Gideon menghadapi tantangan yang besar jika ia meruntuhkan mezbah Baal.

Benar saja, keesokan harinya, kota itu gempar. Ketika mereka tahu bahwa Gideon lah yang telah meruntuhkan mezbah Baal, mereka datang hendak membunuh Gideon. Gideon yang sudah muncul keberaniannya, tidak melarikan diri. Yoas, ayahnya, membela dia dan berkata bahwa jika Baal benar adalah Tuhan, tentu dia bisa membela dirinya sendiri. Nyata bahwa Baal bukan Tuhan, karena ia tidak sanggup membela mezbahnya yang diruntuhkan oleh Gideon. Ketika Gideon dibaharui, keluarganya pun dibaharui, dan bangsanya juga.

Tanda kedua yang diberikan Tuhan berkaitan dengan pemulihan fisik. Gideon mengirim pesan kepada seluruh bangsa itu untuk bersatu dan berperang melawan orang Midian. Sebelum Gideon pergi melawan bangsa Midian, ia kembali meminta tanda dari Tuhan. Ia membentangkan guntingan bulu domba dan meminta Tuhan membuat guntingan itu basah oleh embun dan tanah di sekelilingnya kering. Dan terjadilah demikian. Melihat itu, Gideon masih meminta Tuhan memberi tanda yang sebaliknya. Keesokan paginya, Tuhan membuat guntingan bulu domba itu kering dan tanah di sekelilingnya basah. Maka tahulah Gideon bahwa Tuhan benar-benar menyertai dia untuk menyelamatkan orang Israel dari penindasan orang Midian (Hakim-Hakim 6:36-40).

Tentara Israel yang berkumpul berjumlah 32.000 orang, jumlah yang masih sangat sedikit dibanding jumlah tentara Midian yang jumlahnya sampai ratusan ribu tentara. Namun bagi Tuhan, 32.000 adalah jumlah yang terlalu besar. Tuhan ingin menunjukkan kepada orang Israel bahwa kemenangan yang akan mereka raih berasal dari Tuhan, bukan dari kekuatan mereka sendiri. Karena itu, Tuhan menyuruh Gideon mengurangi pasukannya.

450px-Gideon300 Berserulah Gideon kepada tentaranya dan pulanglah 22.000 orang karena mereka takut dan gentar. Tersisa 10.000 orang, namun jumlah ini pun masih terlalu besar bagi Tuhan. Ia berfirman agar Gideon menyaring pasukannya. Gideon membawa pasukannya ke sungai dan menyuruh mereka minum. Tiga ratus orang dari pasukannya meminum dengan membawa air ke mulutnya. Mereka yang minum air dengan cara itu adalah orang-orang yang waspada dan berjaga-jaga, karena itu Tuhan memilih mereka untuk berperang bersama Gideon (Hakim-Hakim 7:7, Yosua 23:10). Sebagai anak-anak Tuhan, kita selalu ada dalam peperangan rohani, karena itu kita perlu waspada dan berjaga-jaga di setiap waktu.

Tuhan memberi tanda ketiga lewat mimpi orang Midian. Pada malam sebelum peperangan, Gideon dan bujangnya menyelinap ke perkemahan orang Midian. Gideon mendengar salah satu orang Midian menceritakan mimpinya kepada temannya. Ia bermimpi orang Midian akan dijungkirbalikkan dan dikalahkan oleh orang Israel. Iman Gideon dibangkitkan dan ia yakin sepenuhnya bahwa Tuhan menyertai dia (Hakim-Hakim 7:13-15).

images (4) Gideon membagi tiga ratus orang Israel menjadi tiga pasukan dan menyuruh mereka membawa buyung, obor, dan sangkakala. Gideon meniup sangkakala dan seluruh pasukannya langsung memecahkan buyung serta meniup sangkakala. Tangan mereka memegang obor dan sangkakala, sementara pedang mereka masih tergantung di pinggang. Mereka tidak menyerang orang Midian, justru mereka malah diam saja. Tuhan yang berperang bagi mereka seperti yang tertulis dalam Hakim-Hakim 7:21-22, “Sementara itu tinggallah mereka berdiri, masing-masing di tempatnya, sekeliling perkemahan itu, tetapi seluruh tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri.“ Tuhan membuat orang Midian saling membunuh satu sama lain dan mereka tercerai-berai serta melarikan diri.

Gideon dan pasukannya mengejar orang-orang Midian yang melarikan diri itu. Walaupun ketiga ratus orang itu sangat lelah karena mereka belum beristirahat, mereka terus mengejar (Hakim-Hakim 8:4). Ini menunjukkan etos kerja mereka yang sangat luar biasa. Mereka bahkan terus mengejar walaupun tidak medapat dukungan dari orang Efraim, saudara sebangsa mereka sendiri. Tetaplah gigih berjuang walaupun tidak ada dukungan. Jika Tuhan beserta kita, mendukung kita, tentu apa yang kita lakukan akan berhasil. Gideon dan pasukannya akhirnya berhasil mengejar orang Midian dan mengalahkan mereka.

Kalau ada hal-hal yang mengganggu kita waktu kita mengiring Tuhan, tetaplah fokus pada Tuhan. Tuhan sanggup ubahkan ketakutan Gideon menjadi keberanian. Ia sanggup mengubah Gideon yang sebelumnya penakut menjadi seorang pahlawan Tuhan. Kemenangan pun telah Tuhan janjikan bagi kita, sama seperti Ia menjanjikannya kepada Gideon. Kita mendapat kemenangan karena KEBERPIHAKAN Tuhan kepada kita sehingga kita mampu melakukan hal yang besar. (Roma 8:31).

Tuhan sudah mengangkat kita,  karena itu marilah kita mengangkat kepala kita dan berani melangkah. Bersama Tuhan, kita tidak perlu takut lagi. Bersama Tuhan, kita berani mengambil langkah maju. Ingatlah selalu bahwa kita adalah pahlawan-pahlawannya Tuhan. Tuhan yang menjadi pembela kita, karena itu bangkitkanlah semangat kita. Marilah kita bersama-sama melayani Tuhan ! Haleluya !

(K Jhony Sedi)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: