Home > Renungan > Kesanggupan Mengasihi Tanpa Syarat (1)

Kesanggupan Mengasihi Tanpa Syarat (1)

emoticon-owner Karakter adalah citra diri, image atau gambaran diri kita. Citra diri kita adalah gambaran yang dimiliki orang banyak tentang diri kita. Apa yang keluar dari diri kita menggambarkan karakter kita. Kejadian 1:26-27 menuliskan bahwa manusia dibentuk oleh tangan Allah sendiri. Betapa mulia dan berharganya manusia di mata Allah! Karakter Allah ditanamkan kepada manusia lewat tangannya sendiri.

Iblis adalah pencuri karakter Allah (Yohanes 10:10a). Setelah manusia jatuh dalam dosa, manusia kehilangan sifat Allah. Manusia selalu gagal membangun kembali karakter Allah dalam dirinya. Manusia berusaha membangun menara Babel yang tingginya sampai ke langit namun gagal. Nebukadnezar berusaha untuk meninggikan dirinya namun justru direndahkan oleh Tuhan. Lewat Yesus, kita menjadi ciptaan yang baru. Karya Yesus  lewat penderitaan salib telah menyelamatkan manusia dan membangun citra Allah, karakter Allah dalam diri manusia (Yohanes 3:30).

Salah satu karakter Yesus adalah kesanggupannya untuk mengasihi tanpa syarat, tanpa melihat rupa. Yohanes 3:16 tertulis bahwa, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Ayat tersebut menuliskan setiap orang, bukan hanya saya, dan bukan hanya engkau. Mengasihi adalah kata kerja aktif, begitupun kasih yang diberikan Yesus kepada kita, kasih-Nya bersifat aktif. Pelayanan Yesus selalu penuh kasih.

Saat kasih Yesus bekerja, perlahan-lahan karakter Allah dikembalikan kepada kita dan terus disempurnakan dari waktu ke waktu, sampai akhirnya menjadi sempurna. Kita ditransformasikan atau diubahkan kembali kepada image atau gambaran Allah, dari kemuliaan sampai pada kemuliaan (II Korintus 3:18). Saat kita menerima Roh Kudus, karakter kita terus disempurnakan. Semakin kita meluaskan Roh Kudus bekerja dalam hidup kita, semakin kita memiliki karakter Allah itu.

Holy_Spirit Setelah Paulus dipenuhkan oleh Roh Kudus, pelayanannya semakin menjadi berkat, di manapun ia berada. Stefanus, yang penuh oleh Roh Kudus, sanggup mengasihi orang-orang yang merajam dia sampai mati (Kisah Para Rasul 6:5, 7:60). Hidup kita sering bertentangan dengan Firman Tuhan, karena itu mintalah agar Roh Kudus selalu memimpin hidup kita.

Menjadi ciptaan baru mempunyai arti yang sangat luar biasa. Kita seperti Adam, yang telah jatuh dalam dosa, tapi dibarui kembali (II Korintus 5:17). Secara jasmani, kita keturunan Adam; tapi secara rohani, kita keturunan Yesus. Kita pun dituntut untuk bisa mengasihi tanpa syarat, seperti Yesus. Yesus mampu mengasihi tanpa syarat, karena:

  • Ia dan Bapa adalah satu (Yohanes 10:30)
  • Seluruh kepenuhan Allah berdiam dalam Dia (Kolose 2:9, 1:19)

Kasih di dalam dunia ini selalu bersyarat (kasih filio), namun Roh Kudus memampukan kita untuk mengasihi tanpa syarat. Tetaplah ambil bagian dalam pelayanan walaupun mungkin orang lain tidak. Tetaplah setia walaupun orang lain tidak setia. Biarlah ketekunan kita dalam Tuhan, kesetiaan kita dalam mengiring Tuhan, tidak bersandar pada apa yang orang lain putuskan dalam hidup mereka.

Setelah keluar dari negeri Mesir, orang Israel berputar-putar di padang gurun selama 40 tahun, padahal sebenarnya hanya butuh 2-4 minggu saja untuk sampai ke negeri Kanaan. Seluruh generasi itu yang congkak dan tinggi hati mati di padang gurun. Generasi baru yang dipimpin oleh Yosua; merekalah yang bisa masuk ke tanah perjanjian itu.

love-2 Pertanyaannya sekarang, maukah kita sevisi dengan Bapa? Memang tidak mudah, tidak menyenangkan secara daging. Lawan kasih, bukanlah kebencian, tapi keegoisan, selfish, cinta akan diri sendiri. Lihatlah Kristus Yesus yang telah menjadi teladan bagi kita. Tinggallah dalam Yesus (Yohanes 15:5) sebab di luar Tuhan kita tidak mampu berbuat apa-apa. Saat kita ikut Tuhan, kita harus rela dibentuk. Peliharalah Roh Kudus, karena Ia yang menggerakkan kita, Ia yang menguatkan kita, Ia yang memampukan kita. Zakheus si pemungut cukai pun mampu diubahkan oleh Tuhan, apalagi kita. Milikilah kasih tanpa syarat itu, Tuhan memberkati !

(Kak Yudi)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: