Home > Renungan > Mempertahankan Kasih yang Mula-mula

Mempertahankan Kasih yang Mula-mula

Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. (Wahyu 2:4)

love-at-first-sight (1) Kasih mula-mula itu seperti cinta pertama a.k.a first love. Kasih artinya perasaan sayang, mula-mula artinya yang pertama (protos). Ada banyak pendapat tentang cinta pertama:

  • memberikan kesan yang mendalam
  • cinta sejati
  • pengalaman yang tidak terlupakan
  • timbulnya secara spontan
  • langsung suka aja tanpa lihat latar belakangnya
  • tulus

Ada yang beda dengan kasih mula-mula. Kita mencintai Tuhan bukan karena Ia memberi berkat, atau karena sebab-sebab lain, tapi memang murni dari hati kita. Kasih bisa pudar, ada saatnya kasih menjadi hambar. Kenapa ya kasih mula-mula bisa pudar?

  • Karena ada pihak ketiga dan tidak bisa membagi waktu

    Tuhan sudah mengingatkan bangsa Israel dalam Keluaran 20:5, supaya jangan ada pihak ketiga, yaitu allah lain, yang membuat bangsa Israel melupakan Tuhan. Namun karena mereka tidak bisa melihat Allah secara fisik, mereka menghadirkan pihak ketiga, yaitu allah lain berupa patung lembu emas. Tuhan murka kepada orang Israel karena ketidaksetiaan mereka ini. Dalam kehidupan kita, pekerjaan, kesibukan, pasangan, hobi, dan berbagai hal lainnya dapat menjadi pihak ketiga dan menjauhkan kita dari Tuhan. Bahkan kesibukan dalam pelayanan bisa memalingkan fokus kita dari Tuhan.

  • Karena kita sedang ada dalam lingkungan nyaman (comfort zone)

    Saat kita menghindar dari Tuhan, karena kita ingin nyaman, pasti akan ada nyaman yang kedua, ketiga, keempat, dst. Pada akhirnya, kita sudah ada dalam comfort zone seutuhnya dan sulit sekali untuk keluar dari zona itu.

  • Karena ada rasa tersinggung, rasa kesal yang tidak terselesaikan
  • Karena kita mengasihi dunia dan keinginan-keinginan daging yang ditawarkannya (I Yohanes 2:15)

worship (1) Lalu, bagaimana kita bisa mengembalikan kasih yang mula-mula itu?

  • Dengan kembali sadar, kembali kepada Tuhan. Ingat-ingat kembali kebaikan Tuhan, ingat-ingat kembali kemurahan Tuhan, dan kasih setia-Nya yang selalu kita rasakan selama ini, bahkan ketika kita tidak setia kepada-Nya. Tuhan mendengar kita. Ia ingin mengasihi dan memulihkan kita.

    “dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya sesuai dengan segala yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, baik engkau maupun anak-anakmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,“ (Ulangan 30:2)

  • Mulailah menyisihkan waktu untuk berhubungan dengan Tuhan. Saat kita mencari Tuhan, Ia akan membiarkan kita menemukan-Nya. Bawalah seluruh kekeringan hati kita, dengan hati yang hancur kita sujud di kaki-Nya, pasti hadirat Tuhan akan melawat kita.

    ”Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu.” (Yeremia 29:12-14)

    302564_f520

Ketika kita sudah mendapatkan kembali kasih yang mula-mula, kita harus mempertahankannya. Untuk mempertahankan kasih yang mula-mula, kita perlu:

  • Punya komitmen. Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Kita harus punya komitmen untuk tidak lagi melakukan hal-hal yang menjauhkan kita dari Tuhan. Kita harus punya komitmen untuk memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan setiap hari.

  • Selalu ingat dan bersyukur atas segala kebaikan Tuhan. Bersyukurlah jika engkau ada dalam keluarga yang harmonis, karena ada Yesus di sana. Bersyukurlah untuk promosi jabatan yang engkau peroleh, yang dikerjakan Yesus untukmu. Bersyukurlah buat kesehatan dan kekuatan yang ada padamu, itu dicurahkan Tuhan untukmu setiap hari. Bersyukurlah dalam segala hal, besar maupun kecil, karena bukan oleh kuat dan gagah kita semua itu ada, tapi semata-mata hanya karena kemurahan Tuhan.
  • Memiliki respon dan pola pikir yang benar. Saat kita tahu kita salah, kita perlu kembali kepada Tuhan. Tuhan mau kita datang kepada-Nya, mengakui dosa-dosa kita, serta berjalan dalam pertobatan yang sungguh. Ketika kita datang mengakui dosa-dosa kita, Tuhan akan memberikan hati yang baru kepada kita.
  • Berada dalam komunitas yang sehat. Komunitas pertemanan yang sehat, tidak akan membiarkan pribadi-pribadi di dalamnya jatuh sendirian. Komunitas yang sehat akan membawa orang-orang yang ada di dalamnya semakin dekat kepada Tuhan. Kita perlu makan Firman Tuhan setiap hari. Tetaplah berada dalam komunitas yang sehat. Kalau kita diingatkan oleh teman kita, jangan kita ngambek. Ambillah sikap dewasa dan terimalah teguran itu dengan hati terbuka. Mari kita sama-sama bertumbuh dalam Tuhan.

(Sdri. Marie)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: