Home > Renungan > Berkata, Bertindak, dan Menularkan yang Positif

Berkata, Bertindak, dan Menularkan yang Positif

Manusia sebagai makhluk sosial harus berhubungan dengan orang lain. Manusia dipengaruhi oleh pola ucapan dan tingkah laku manusia lain. Kualitas pola ucapan dan tindakan kita bakalan jelek kalo kita menyinggung orang lain, sembrono, dan terus-menerus mengeluh. Hal ini bisa menyebabkan hilangnya ikatan damai sejahtera (Efesus 4:3).

Jadi, salah satu hal yang bisa kita kembangkan adalah mengarahkan ucapan dan tindakan kita supaya memberi kekuatan buat orang lain. Contohnya Yosua dan Kaleb yang bersikap positif di antara 12 pengintai yang diutus untuk mengintai kota Yerikho (Bilangan 13). Dua belas orang yang diutus itu adalah pemimpin-pemimpin dari dua belas suku Israel. Mereka melihat negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, negeri yang sangat makmur. Namun di hadapan Musa, mereka malah melaporkan bahwa walaupun negeri itu subur dan makmur, tapi bangsa yang diam di situ sangat kuat dan bakalan sulit banget buat ngerebut negeri itu. Terang aja bangsa Israel yang denger langsung ciut nyalinya.

Untung aja ada Yosua dan Kaleb ga seperti 10 pengintai yang lain. Mereka mencoba menentramkan hati bangsa Israel; Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” (Bilangan 13:30)

Perkataan mereka ini menyalurkan kekuatan spiritual buat bangsa Israel. Mereka mengingatkan bangsa itu akan kuasa Allah yang besar. Tapi bangsa Israel udah keburu takut duluan dan memilih untuk mundur. Mereka ga percaya sama kuasa Tuhan dan akibatnya, angkatan pertama bangsa itu ga ada yang masuk ke Tanah Perjanjian, kecuali Yosua dan Kaleb.

Kesetiaan dan kepercayaan Yosua dan Kaleb kepada Tuhan akhirnya menghasilkan generasi yang berkomitmen tinggi, terbukti dari perjanjian Israel di Sikhem, bahwa mereka dan seisi rumah mereka akan beribadah kepada Tuhan. Kata “menentramkan”  dalam Bilangan 13:30 itu, dalam bahasa aslinya berarti excite, stimulate, motivate, dan electrify. Bayangin deh, kalo kata-kata dan tindakan kita menyetrum orang lain, dalam hal positif tentunya, tentu banyak hal luar biasa yang akan terjadi.

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah apakah perkataan kita, tindakan kita udah nguatin keluarga kita, teman kita, orang lain? Firman Tuhan dalam Yesaya 50:4a berkata, “Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.”

Yuk.. kita jadi orang-orang yang menyebarkan semangat lewat perkataan dan tindakan kita ! GBU  ^^

(Yalin)

  1. April 12, 2010 at 5:14 pm

    Salam

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: