Archive

Posts Tagged ‘Pengkhotbah’

Akhir Harus Lebih Baik Daripada Awalnya

July 26, 2013 Leave a comment

heaven “Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya.“ (Pengkhotbah 7:8a)

Allah kita adalah Allah yang bekerja dari awal sampai akhir (Pengkhotbah 3:11). Segala sesuatu ada akhirnya dalam kehidupan kita. Dalam pekerjaan, ada yang mengundurkan diri. Dalam kehidupan, ada yang meninggal. Bahkan hari-hari ini pun ada akhirnya (akhir zaman) seperti ditulis dalam Matius 28:20 dan I Petrus 1:5. Walaupun begitu, Tuhan menyertai kita sampai akhir zaman.

Ayat-ayat di Pengkhotbah ini mengisyaratkan pentingnya ada kemajuan dalam hidup kita, akhir harus lebih baik daripada awalnya. Paulus pernah menasihatkan kepada Timotius (I Timotius 4:15) supaya kehidupan Timotius mengalami kemajuan yang nyata kepada semua orang. Timotius adalah seorang muda yang diperkirakan umurnya masih 16 tahun pada waktu itu. Paulus menasihatkan supaya Timotius menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesuciannya. Bukan hal yang mudah bagi seorang muda untuk menjadi teladan, tapi itulah yang dituntut dari Timotius, dan juga kita semua.

Tuhan inginkan hidup kita lebih maju dari sebelumnya, menjadi pribadi yang mau maju, baik dalam kehidupan rohani maupun kehidupan jasmani.

Apa saja yang perlu terus maju dalam hidup kita:

  1. Kerajinan kita jangan sampai kendor (Roma 12:11)

    Karet gelang elastis, tapi semakin lama dipakai, dia bisa semakin kendor. Karet yang tadinya begitu kencang, begitu kuat, bisa menjadi kendor. Janganlah hendaknya kerajinan kita seperti karet gelang, mudah kendor. Jangan sampai kerajinan kita yang sudah baik, menjadi kendor. Kalau dari awal kita sudah setia, mari kita pertahankan, bahkan ditingkatkan. Pelayanan kita pun jangan sampai kendor. Dulu banyak anak Tuhan yang setia, lama-lama tidak beribadah lagi.

    Anak kecil kalau dapat mainan baru, pasti sangat antusias untuk main, ke mana-mana akan dipegang terus mainan itu, dimainkan dsb. Tapi ketika dia sudah tidur pulas, pegangannya akan mengendor, dan kita bisa ambil mainan itu dari tangannya. Rohani kita jangan sampai tertidur, sehingga keselamatan itu terlepas dari genggaman kita. Biarlah roh kita menyala-nyala dan melayani Tuhan. Pelayanan adalah suatu barometer kedekatan kita dengan Tuhan. Rohani kita terjaga dalam pelayanan.

  2. Kehidupan rohani kita harus terjaga (Pengkhotbah 9:8)

    Dosa2 dalam hidup kita jangan dibiarkan, tapi ingatkan diri kita untuk bertobat dan mengikuti jalan Tuhan. Akui dosa kita dan mohon pengampunan Tuhan. Minyak adalah lambang dari kuasa Roh Kudus. Biarlah kita selalu hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Kuasa Tuhan biarlah menjadi kebutuhan bagi kita. Dalam rumah tangga, banyak hal yang tiba-tiba terjadi, yang tidak pernah kitapikirkan, gelombang hidup dsb. Bisa jadi ada kekecewaan dsb. Tapi biarlah kita pasrah kepada Tuhan, bukan pasrah masa bodoh, tapi pasrah berserah kepada Tuhan, biarkan tangan Tuhan mengerjakan rencana-Nya dari awal sampai akhir. Kalau Yesus yang adalah kepala suka melayani, biarlah kita sebagai tubuh juga punya hati yang sama, suka melayani. Melayani adalah anugerah. (Roma 14:12)

Keadaan Yerusalem pada masa nabi Yeremia dituliskan dalam Ratapan 1:1-4. Perikop ini berbicara tentang keruntuhan dan kesunyian Yerusalem. Yeremia adalah seorang nabi yang suka meratap, karena keadaan saat itu memang menyedihkan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Ratapan artinya jeritan yang menyedihkan. Bangsa Israel yang tidak ikut ke Babel datang ke Yeremia, supaya ia memohon kepada Tuhan untuk menolong mereka (Yeremia 42:2).

Naomi mengalami satu kepahitan dalam hidupnya. Dengan tangan yang penuh, ia pergi meninggalkan Betlehem. Dengan tangan yang kosong, ia kembali. Hal ini terjadi karena ia meninggalkan rumah roti (Betlehem), lambang kasih karunia Tuhan.

Yerusalem yang dahulu merupakan ratu kota, sebuah kota yang sangat ramai, sekarang sepi dan kosong. Segala sesuatu akan ada akhirnya. Tuhan masih berikan kesempatan kepada Naomi. Ia bisa kembali ke Betlehem, bersama Rut yang setia kepadanya dan Tuhan memberkati mereka. Kalau kita mengalami kegalauan yang luar biasa, dalam rumah tangga, pekerjaan, bahkan pelayanan, biarlah kita mau kembali pada kemurahan Tuhan.

KneelingAtTheCross Ingatlah kembali akan Tuhan, supaya jangan kita menjadi lemah dan putus asa (Ibrani 12:3-7). Paulus katakan ia telah mengakhiri pertandingan hidupnya dengan baik (II Timotius 4:7). Ketika ia membandingkan hidupnya dari awal sampai akhir, ia bisa berkata bahwa ia telah memelihara iman. Segala sesuatu yang baik yang kita kerjakan, biarlah kita terus lakukan, bahkan semakin maju dalam Tuhan. Kita memiliki Allah yang bisa kita percaya, Allah yang sanggup memberikan kita kekuatan dan kelegaan. Karena itu, maju saja, Tuhan selalu menyertai kita ! (Pdm. Yalina Dato)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.